GAMBARAN KEJADIAN POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PERAWAT BERTUGAS DAERAH KONFLIK PAPUA MENGGUNAKAN DIAGNOSTIC AND STATISTICAL MANUAL OF MENTAL DISORDERS, EDISI-5
Abstrak
Pendahuluan : Gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD) adalah kondisi psikologis yang dipicu oleh paparan peristiwa traumatis, sering ditandai dengan tekanan hebat yang terkait dengan mengalami kembali peristiwa tersebut. Perawat tersebut juga memiliki 2,25 kali lebih besar kemungkinan mengalami burnout (kelelahan kerja) dibandingkan kelompok yang tidak mengalami kekerasan. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross-sectional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di wilayah konflik Papua. Hasil penelitian dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden, sebanyak 72 orang (65,5%) mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), sedangkan 38 orang (34,5%) tidak mengalami PTSD di wilayah konflik Papua. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa perawat pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah konflik Papua memiliki paparan terhadap kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis. Kata Kunci : Post Trauma Stress Disorder, Daerah Konflik, PerawatUnduhan
Diterbitkan
2026-10-31
Cara Mengutip
Soalihin, S., I Kadek Sudiyasa, Rudini, & Suselo. (2026). GAMBARAN KEJADIAN POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PERAWAT BERTUGAS DAERAH KONFLIK PAPUA MENGGUNAKAN DIAGNOSTIC AND STATISTICAL MANUAL OF MENTAL DISORDERS, EDISI-5. Healthy Papua - Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 9(2). Diambil dari https://ojs.akpermarthenindey.ac.id/akper/article/view/223
Terbitan
Bagian
Manajer Jurnal






